Investasi Terbaik Bill Gates: Ubah Rp 141 T Jadi Rp 2.828 T

JakartaBill Gates dikenal sebagai sosok yang dermawan, terlebih ketika dirinya sudah tidak aktif lagi menangani Microsoft, perusahaan besutannya bersama Paul Allen. Bahkan, beramal pun disebutnya menjadi investasi terbaik yang pernah dilakukannya.

Hal tersebut diungkapkannya dalam ajang World Economic Forum di Davos, Swiss. Ia mengatakan bahwa berinvestasi di organisasi kesehatan global menghasilkan timbal balik dalam hal keuntungan ekonomi hingga 20 kali lipat.

Selama dua dekade terakhir, Bill beserta istrinya Melinda, melalui Bill and Melinda Gates Foundation, telah menggelontorkan sekitar USD 10 miliar untuk donasi. Angka tersebut setara dengan Rp 141 triliun jika disetarakan dengan nilai tukar saat ini.


Ada tiga grup utama yang menjadi penerima dana tersebut. Mereka adalah Global Alliance for Vaccines and Immunization, Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria, dan Global Polio Eradication Initiative.

“Kami merasa ada pengembalian lebih dari 20 berbanding 1,” ucapnya, sebagaimana detikINET kutip dari CNBC, Kamis (24/1/2018).

Hal tersebut berarti USD 10 miliar yang kurang lebih sudah dikeluarkan oleh Bill and Melinda Gates Foundation sudah menghasilkan keuntungan ekonomi sebesar USD 200 miliar dalam kurun waktu kurang lebih 20 tahun. Angka tersebut kurang lebih setara dengan Rp 2.828 triliun.

“Menolong anak-anak muda hidup, memberikan nutrisi yang benar, berkontribusi untuk negaranya, itu memiliki nilai kembali yang melebihi seluruh tipe pengembalian secara finansial,” ujar Bill.

Sebagai perbandingan, ia mengatakan bahwa jika uang USD 10 miliar ditempatkan di pasar saham S&P 500, maka ia hanya akan tumbuh menjadi USD 17 miliar dalam 18 tahun.

Pria berkacamata pun mempunyai pesan kepada para orang tua mengenai vaksin. Lebih spesifik, pesan ini ditujukan bagi mereka yang masih anti terhadap vaksin.

“Sangat gila hanya karena kamu mendapat informasi yang salah, dan berpikir kamu melindungi anakmu, kamu justru menempatkan mereka pada kondisi yang berisiko, hal yang sama juga berlaku untuk anak-anak yang berada di sekitarnya,” tutur Bill. (mon/mon)