Kenapa Video YouTube Bikin Orang Jadi Penganut Bumi Datar?

Jakarta – Bagaimana mungkin orang bisa menjadi penganut teori Bumi datar hanya dengan menonton video, sehingga YouTube perlu mengeremnya?

Seperti diketahui, YouTube baru-baru ini mengumumkan bahwa layanannya tak lagi merekomendasikan konten-konten konspirasi seperti teori Bumi datar dan video sejenis lainnya.

Layanan berbagi video tersebut berpendapat, video konspirasi memang menyenangkan dan menghibur karena membuat kita berpikir akan sesuatu. Namun, hal ini bisa membahayakan dan membuat orang benar-benar terjerumus dalam konspirasi tersebut.

Penulis Jane C. Hu dari publikasi Quartz, mencoba menjelaskan bagaimana orang bisa percaya Bumi datar hanya dari menonton video YouTube, berdasarkan pengalamannya.

Jane bercerita, pertama kali menonton video Bumi datar di YouTube, dia mengaku terkesima. Video konspirasi menurutnya memang bisa membuat orang ketagihan dan ingin menggali lebih banyak.

“Jadi, ketika YouTube secara otomatis memutarkan video lainnya setelah selesai menonton satu video, saya terus menonton. Lalu ketika akan memulai video yang ketiga, saya memutuskan berhenti,” kisahnya seperti dikutip dari Quartz, Senin (28/1/2019).

Jane menduga, cara ini adalah pintu masuk yang menggiring banyak orang meyakini teori Bumi datar. Dugaan ini kemudian mendapat pembenaran dari penulis Daily Beast Kelly Weill yang mewawancarai beberapa penganut teori konspirasi tersebut.

Bertugas melaporkan Konferensi Bumi Datar tahunan yang kedua di Denver, Colorado, Amerika Serikat, Kelly mendapat kesimpulan bahwa YouTube adalah katalis sejumlah orang menjadi penganut teori Bumi datar.

“Salah satu wanita yang saya wawancarai mengaku langsung berubah pandangannya setelah tiga hari berturut-turut menonton video tentang Bumi datar,” kata Kelly.

Tak hanya wanita tersebut, seorang peserta lainnya secara khusus menyebutkan bahwa fungsi autoplay YouTube membawanya ke video Bumi datar yang populer dan ‘membangunkan’ pikirannya.

Ada pula peserta yang sebenarnya bukan merupakan penganut teori Bumi datar, datang ke konferensi tersebut karena menemani adiknya. Dia mengatakan adiknya terlalu banyak menonton YouTube hingga mempengaruhi keyakinannya terhadap bentuk Bumi.

Sementara itu, menurut YouTube, mesin rekomendasi video pada layanannya dirancang untuk kategori mainstream seperti tutorial kecantikan atau konten edukasi.

Sebenarnya, fitur rekomendasi tersebut tidak bekerja untuk topik seperti berita dan sains. Namun, fitur autoplay bisa menggiring seseorang ke video-video aneh, bahkan ketika kita menonton konten yang tidak berbahaya seperti video anak-anak.

YouTube juga memberi catatan, bahwa dengan tidak merekomendasikan, bukan berarti video tersebut tidak tersedia di layanannya. Pengguna masih bisa mencarinya dan tetap akan tayang selama masih sesuai dengan aturan YouTube.

Sulit bagi YouTube untuk membenahinya, sehingga yang bisa dilakukannya sejauh ini hanya berupaya menahan laju peredaran video-video konspirasi.

“Kami rasa, perubahan ini merupakan upaya kami membuat YouTube bisa seimbang mengakomodir kebebasan berpendapat, namun juga menjalankan tanggung jawab kami kepada pengguna platform kami,” kata YouTube. (rns/fyk)