Nilai Bitcoin Lebih Rendah Dari Biaya Menambangnya

JakartaBitcoin dinilai sudah tak lagi menguntungkan karena biaya menambangnya lebih tinggi ketimbang nilai tukarnya.

Menurut analis JP Morgan, biaya yang dibutuhkan untuk menambang satu bitcoin saat ini mencapai USD 4.060. Padahal, nilai tukar bitoin saat ini cuma USD 3.600, demikian dikutip detikINET dari Bloomberg, Minggu (27/1/2019).

Listrik adalah biaya terbesar bagi para penambang bitcoin. Pasalnya para penambang membutuhkan komputer dengan kemampuan komputasi yang tinggi untuk mempercepat proses penambangan, yang juga membutuhkan daya listrik lebih besar juga.

“Merosotnya nilai bitcoin dari sekitar USD 6.500 pada Oktober lalu sampai sekarang mencapai di bawah USD 4.000 terus-terusan menekan margin hingga negatif di setiap negara, kecuali oleh para penambang dari China,” ujar analis JP Morgan bernama John Normand.
Sejumlah penambang di China memang bisa menekan biaya penambangan menjadi USD 2.400 per bitcoin, yaitu dengan langsung membeli listrik melalui perjanjian tertentu, contohnya dengan perusahaan pengolah aluminum, yang biasanya menjual kelebihan produksi listriknya.

Dengan margin yang negatif, diperkirakan akan banyak penambang yang gulung tikar, meski hal tersebut saat ini belum terjadi. Malahan, tingkat produksi dari penambang di Republik Ceko, Amerika Serikat, dan Islandia malah bertumbuh dibanding tahun sebelumnya.

Dengan berbagai fakta ini, menurut Normand, mata uang kripto seperti bitcoin bukanlah cara yang ideal untuk menyisihkan uang alias menabung. (asj/asj)