Nongkrong di Warung Pintar, Driver Grab Bisa Jajan Murmer

Jakarta – Meski belum menyasar ke semua kios, 15 Warung Pintar di Jabodetabek sudah resmi menjadi tempat tongkrongan bagi driver Grab. Di tempat ini, driver bisa beristirahat dengan nyaman karena disuguhi fasilitas wifi, pengisian daya smartphone, dan makanan.

Mengintip halaman resmi Warung Pintar, Jumat (25/1/2019), ada beberapa menu yang tersedia untuk driver Grab mulai dari air mineral, jajanan sampai makanan berat yang harganya tergolong murah-meriah.

Air Mineral dan Teh Manis

Mulai dari yang paling umum, air putih hampir ada di semua tempat tongkrongan, baik itu warung, kafe atau toko kelontong sekalipun. Bila nongkrong di kafe, air mineral seharga 250 ml bisa sampai Rp 15 ribu. Kalau di Warung Pintar, Rp 15 ribu sudah dapat 5 air mineral 500 ml.

Sementara untuk es teh, jika beli di cafe, biasanya bisa mengeluarkan uang sampai Rp 30 ribu. Tapi apabila di Warung Pintar, cuma perlu keluar uang di bawah Rp 6 ribu.

Camilan

Selain porsinya nggak terlalu banyak, tentu harganya lebih murah dari makanan berat. Tapi kalau di kafe camilan bisa tetap mahal. Kentang goreng misalnya, masih bisa nyentuh harga Rp 30 ribu. Sedangkan camilan seperti kripik yang enggak jauh beda fungsinya dengan kentang, cuma perlu keluar Rp 5 ribu saja.

Kopi

Di kafe, untuk bisa dapat kopi hangat bisa merogoh kocek Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu. Di Warung Pintar? Cuma Rp 5 ribu saja. Selain ngopi driver juga bisa dapat wifi gratis.

Makanan Berat

Selain makanan ringan, Warung Pintar juga menyediakan makanan berat seperti mie instan. Di sini driver Grab yang lapar sehabis mendapat orderan, bisa memesan mie instan, telur dengan topping ayam seharga Rp 10 ribu. Kalau di kafe, indomie rebus saja bisa sampai Rp 30 ribu.

Menurut Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, keberadaan Warung Pintar ini menjadikannya sebagai Grab Shelter agar para mitranya tak mangkal sembarangan. Dengan penambahan fasilitas yang diberikan Grab seperti tempat duduk, Warung Pintar pun bisa jadi tongkrongan yang nyaman untuk driver Grab.

“Ya memang tujuan Shelter untuk membuat alternatif pangkalan, jadi memudahkan para driver untuk menemukan di mana tempatnya, karena kan ada digitalnya,” ujar Ridzki.

(prf/krs)