Man United Jamu Young Boys, Mourinho: Tertekan Silakan di Rumah

JawaPos.com – Laga antara Manchester United kontra Young Boys akan menjadi salah satu pertandingan yang patut dinanti. Pasalnya laga itu sekaligus menjadi ajang Setan Merah untuk bangkit dalam pertandingan kandang.

Bahkan, manajer Jose Mourinho mewanti-wanti anak asuhnya agar bermain secara total. Dia tidak ingin para pemain kehilangan kepercayaan diri dalam pertandingan nanti. Mourinho sampai menyindir pemainnya yang dinilainya kurang fokus dalam laga nanti.

“Jika kamu merasa tertekan, silakan tinggal di rumah. Maksud saya di rumah bukan di stadion. Benar-benar di rumahmu dan lihat melalui TV,” tegasnya.

Motivasi yang diberikan Mourinho tidak terlepas dari kekecewaannya ketika melawan Crystal Palace. Padahal ketika itu Man United diberikan keuntungan dengan bermain di kandang sendiri.

Ternyata Setan Merah ditahan imbang 0-0 melawan tim papan bawah. Mourinho menilai para pemainnya tidak memiliki hasrat untuk menang.

“Jika kamu merasa tertekan dengan laga kandang, banyak orang yang menonton, ayolah jangan seperti itu. Aku saja tidak merasa tertekan dengan bermain di kandang sendiri,” ungkapnya.

Tercatat dalam sepuluh laga kandang di semua kompetisi, man United baru meraih empat kemenangan. Hal itu tentu menjadi aib yang sangat memalukan bagi nama besar Man United.

Melihat hal itu, Mourinho tidak ingin keterpurukan terus berlanjut. Karena dapat berdampak kepada para suporter. Mereka semua akan menganggap Man United tidak menghormati para pendukungnya.

(mat/JPC)

Boca Juniors Latihan Terbuka, Puluhan Ribu Fans Penuhi La Bombonera

JawaPos.com – Tak bisa mendukung tim pujaan saat berjuang meraih prestasi adalah sesuatu yang menyesakkan bagi suporter. Tak terkecuali suporter klub besar Argentina, Boca Juniors.

Minggu (25/11) dini hari nanti, Boca Juniors bakal melakoni laga hidup mati melawan arch rival mereka River Plate. Keduanya bertemu di final Copa Libertadores 2018. Dalam leg kedua nanti, fans Boca tak bisa datang karena mereka masih dilarang mendatangi markas River Plate sejak 2013 silam.

Makanya, tak heran apabila tribun La Bombonera dipenuhi puluhan ribu suporter Boca pada Jumat (23/11). Jumlahnya mencapai kapasitas maksimal stadion, 50 ribu orang. Bahkan pihak Boca sampai harus menutup pintu gerbang stadion karena kapasitas yang sangat penuh.

Padahal, saat itu hanyalah sesi latihan bagi Fernando Gago dkk sebelum menjalani leg kedua final Copa Libertadores di kandang River Plate, El Monumental, dini hari nanti WIB. Namun, suasananya sama persis dengan ketika mereka menjamu River Plate di leg pertama. Seolah-olah Boca sedang bertanding.

“Begitulah orang-orang Boca, dan itu yang memberi kami sedikit energi,” sebut entrenador Boca, Guillermo Barros Schelotto saat diwawancarai radio La Red.

Rivalitas Boca dan River memang sudah berlangsung puluhan tahun. Setiap kali keduanya bertanding, pasti akan selalu jadi sorotan di Argentina. Apalagi ketika banyak bentrokan yang melibatkan kedua kubu suporter.

Hal itulah yang membuat fans Boca tak bisa mendukung perjuangan Fernando Gago dan kolega di Stadion Monumental. Baik fans Boca maupun River sama-sama dilarang melakukan away saat kedua tim bertemu. Mirip dengan kondisi yang dialami Bonek dan Aremania di sepak bola Indonesia.

Larangan yang berlaku sejak 2013 itu dipicu dengan kerusuhan demi kerusuhan yang melibatkan suporter kedua kubu. Menurut catatan Salvemos al Futbol, rivalitas kedua tim besar Argentina ini telah menelan korban jiwa tak kurang dari 300 orang selama 50 tahun terakhir.

(adw/JPC)

Prediksi Italia vs Portugal: Menepis Trauma Buruk di San Siro

JawaPos.com – November 2017 menjadi bulan yang kelam bagi Timnas Italia. Tepatnya pada 14 November 2017 ketika Gli Azzurri ditahan imbang 0-0 oleh Swedia. Laga kedua di babak play off kualifikasi Piala Dunia 2018 itu membuat Italia tersingkir dari Piala Dunia untuk kali pertama dalam kurun 60 tahun terakhir karena kalah agregat 0-1. 

Winger kiri Lorenzo Insigne jadi salah satu yang menyaksikan kegagalan Italia saat itu dari bench. Nah, bersama rekan-rekannya yang lain, Insigne kini mencoba mengubah peruntungan Italia di San Siro saat menjamu Portugal pada matchday 4 Grup 3 UEFA Nations League A, Minggu (18/11) dini hari nanti.

”Saya bakal menderita membayangkannya (Italia gagal lolos ke semifinal UEFA Nations League). Lebih menderitanya dari saat duduk di bench, petang itu,” kenang Insigne, dikutip La Gazzetta dello Sport.

Uniknya, Il Magnifico juga hanya duduk di bench saat Giorgio Chiellini dkk tumbang 0-1 pada pertemuan pertama di Estadio Da Luz, Lisbon (11/9) silam. Itu satu-satunya ‘cacat’ Insigne di era pelatih Roberto Mancini. 

”Saat di Timnas, saya juga ingin meneruskan kontribusi saya seperti saat di klub (Napoli),” lanjut winger yang belum mencetak satu gol pun bagi Italia di era Mancini.

Berdasarkan statistik, Italia sudah enam tahun tak pernah merasakan kemenangan ketika laganya digelar di Milan. Terakhir, kemenangan Italia di Milan itu terjadi ketika matchday 4 Kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Denmark, 17 Oktober 2012. Setelah itu, Italia seperti kesulitan lepas dari kutukan imbang.

Italia dua kali diredam Jerman pada laga uji coba 16 November 2013 dan 16 November 2016. Sekali ditahan Kroasia dalam kualifikasi Euro 2016, dan imbang melawan Swedia. Tapi, di antara laga-laga Italia di San Siro, tak sekalipun dialami Insigne dalam 29 caps-nya bersama Timnas Italia.

Tak hanya di Milan. Italia di tangan Mancini juga masih belum pernah memenangi laga-laga di kandang sendiri. Baik pada laga uji coba atau kualifikasi di Turin, Bologna, atau Genoa. Kepada RAI Sport, Mancini ingin skuadnya lebih agresif.

”Saya ingin melihat tim ini bisa main lebih menyerang,” ungkap Mancini, dikutip Calciomercato.

Mancini ingin melihat Italia tampil agresif dan efektif seperti ketika mengalahkan Polandia (15/10). Di laga itu, Italia cuma memerlukan 6 kali tembakan untuk menciptakan satu gol. Mancini pun mengaku sudah belajar dari kekalahan melawan Portugal di laga sebelumnya.

”Kami main dengan anak-anak muda, wajar jika kalah. Tapi, saat ini, kami ada peluang untuk mengalahkannya (Portugal) di San Siro. Setelah itu, kami cuma tinggal menanti apa yang terjadi pada laga Portugal lawan Polandia,” tutur Mancini.

Saat di Lisbon, Mancini belum menjajal skema front three. Saat itu, Mancini masih suka dengan formasi dua striker.

”Italia sudah berubah lebih bagus,” ungkap bek kiri Portugal, Mario Rui, dikutip Bancada. Mario Rui merupakan satu dari tiga pemain Timnas Portugal yang bermain di Serie A musim ini bersama Joao Cancelo (Juventus) dan Joao Mario (Inter Milan).

Mario Rui juga main saat kedua tim bertemu di Lisbon. Bedanya, bek dengan tujuh caps bersama Selecao das Quinas itu harus head to head dengan rekan seklubnya, Insigne.

”Makanya, ini laga yang spesial. Terlebih, saat ini Lorenzo juga dalam penampilan terbaiknya,” puji bek 27 tahun yang juga jadi kekuatan Napoli pada musim ini.

Namun demikian, Portugal tak butuh mengalahkan Italia. Cukup imbang, Seleccao sudah sukses mengamankan jalannya ke semifinal. 

5 Pertemuan Terakhir
11/09/18: Portugal 1-0 Italia
17/06/15: Italia 0-1 Portugal
07/02/08: Italia 3-1 Portugal
01/04/04: Portugal 1-2 Italia
13/02/03: Italia 1-0 Portugal

5 Pertandingan Terakhir Italia
15/10/18: Polandia 0-1 Italia
11/10/18: Italia 1-1 Ukraina
11/09/18: Portugal 1-0 Italia
08/09/18: Italia 1-1 Polandia
05/06/18: Italia 1-1 Belanda

5 Pertandingan Terakhir Portugal
14/10/18: Skotlandia 1-3 Portugal
12/10/18: Polandia 2-3 Portugal
11/09/18: Portugal 1-0 Italia
07/09/18: Portugal 1-1- Kroasia
01/07/18: Uruguay 2-1 Portugal

Perkiraan Susunan Pemain

Italia (4-3-3): 22-Donnarumma (g); 8-Florenzi, 19-Bonucci, 3-Chiellini (c), 15-Biraghi; 23-Barella, 14-Jorginho, 6-Verratti; 21-Chiesa, 17-Immobile, 10-Insigne
Pelatih: Roberto Mancini

Portugal (4-4-2): 1-Patricio (g) (c); 2-Cancelo, 6-Dias, 4-Neto, 19-Mario Rui; 20-Pizzi, 18-Neves, 14-Carvalho; 10-Bernardo, 11-Andre Silva, 7-Bruma
Pelatih: Fernando Santos

Prediksi JawaPos.com
Italia menang: 30%
Portugal menang: 20%
Imbang: 50%

(jpg/adw/JPC)

Prediksi Inggris vs Kroasia: Menepis Trauma Kegagalan

JawaPos.com – Inggris tak pernah bisa tenang setiap kali berhadapan dengan Kroasia. Tim asal Eropa Timur ini kerap jadi sandungan bagi The Three Lions. Begitu pula dengan laga menentukan di Stadion Wembley pada Minggu (18/11) malam ini. Kroasia bisa mengirim Inggris ke League B.

Kroasia memang kerap jadi duri bagi Timnas Inggris. Masih belum hilang dari ingatan, kegagalan The Three Lions -julukan timnas Inggris- melangkah ke final Piala Dunia 2018 pada 12 Juli lalu. Di semifinal, Luka Modric dkk memupus ambisi Inggris setelah menang 2-1 lewat babak perpanjangan waktu.

timnas inggrisKroasia bisa kirim Inggris ke League B kalau bisa menang di Stadion Wembley. (Manan Vatsyayana/AFP)

Kroasia pula yang memberikan noda bagi Inggris saat gagal lolos ke Euro 2008. Inggris kalah back to back di Zagreb dan London. Di Zagreb kalah 0-2, dan di Wembley keok 2-3 pada matchday terakhir Grup E kualifikasi Euro 2008. Nah, Vatreni -julukan Kroasia- kini bersiap memberi kesialan ketiga bagi Inggris.

Ya, Kroasia bisa memupus asa Inggris di bawah besutan Gareth Southgate untuk melaju ke empat besar UEFA Nations League A 2018-2019, jika kembali membuat publik Wembley membisu, Minggu malam nanti WIB. Selain itu, Kroasia juga bisa mengirim Harry Kane dkk terdegradasi ke League B.

Namun, Inggris tetaplah Inggris. Tim yang selalu penuh dengan rasa percaya diri. Terutama karena saat ini The Three Lions banyak diisi pemain muda potensial. ”Kami lebih baik ketimbang di Piala Dunia,” koar gelandang Inggris Jordan Henderson, dikutip The Independent.

Wajar, karena ada satu hal yang berbeda dari Inggris saat Piala Dunia dan di UEFA Nations League. Formasi tim sudah mengalami transformasi.

Jika di Piala Dunia 2018 Southgate lebih sering memakai formasi 3-1-4-2, maka di Nations League kali ini Inggris sudah berubah wajah menjadi 4-3-3. Sukses Inggris menahan 0-0 Kroasia pada matchday 3 fase grup di Zagreb (13/10) juga berkat menggunakan formasi tersebut.

Setelah bertransformasi jadi 4-3-3 Inggris memang jadi lebih produktif. Termasuk ketika menyikat AS dengan tiga gol tanpa balas dalam uji coba Jumat (16/11) kemarin. Tiga laga dengan memakai 4-3-3 Inggris mencetak enam gol. Atau rata-rata dua gol per laga. Dengan formasi itu pula Inggris mampu membekuk Spanyol 3-2 di Benito Villamarin (16/10).

Namun, Henderson meminta rekan-rekannya lebih efisien. Faktanya di antara tim di Grup 4, Inggris ada di bawah La Furia Roja soal efektifitas tembakan. Untuk mencetak empat gol, Inggris memerlukan 22 tembakan. Per satu gol perlu 5,5 tembakan. Spanyol bisa mencetak satu gol dari 5,33 tembakan. ”Karena ini laga yang harus kami menangi. Bermainlah untuk menang,” harap wakil kapten itu.

Terlebih, Kroasia sedang onfire setelah mampu menghabisi Spanyol 3-2, Jumat dini hari (16/11). Satu gol Kroasia bahkan terjadi saat menit ketiga injury time dari kreasi Tin Jedvaj. Hasil di Stadion Maksimir, Zagreb itu sudah jadi bukti bahwa Vatreni bisa mengejutkan di menit-menit akhir.

Karena itu, Southgate pun tak berani memainkan muka-muka baru dalam starting XI malam nanti. Tak seperti saat melawan AS yang berani memasang Lewis Dunk, Callum Wilson atau bahkan Jadon Sancho. ”Kami butuh pemain yang sudah lama bermain bersama-sama. Dan, kami butuh pemain yang sudah memahami bagaimana cara main mereka (Kroasia),” bebernya.

Dari daftar starter di Luzhniki, enam di antaranya kembali menghadapi Kroasia malam nanti. Selain Henderson, juga ada kiper Jordan Pickford, John Stones, Kyle Walker, Dele Alli, Jesse Lingard, Raheem Sterling, dan Kane.

”Kami menghadapi ancaman yang nyata. Kami ingin bisa menyudahinya dengan sempurna,” tambah tactician 48 tahun itu.

Persiapan Inggris makin sempurna kala Kroasia datang dengan kekuatan tak lengkap. Ivan Rakitic pulang lebih awal ke Ciutat Esportiva Joan Gamper -kamp latihan Barcelona. Rakitic cedera hamstring dan harus menjalani pemulihan di klubnya. Absennya Rakitic diklaim akan mereduksi kekuatan middle three Kroasia. Posisi itu biasanya diisi Modric-Rakitic-Marcelo Brozovic.

Dilansir Sky Sports, pelatih Kroasia Zlatko Dalic cuma meminta anak asuhnya tak terlalu terbebani main di Wembley. Sama seperti saat mereka nothing to lose melawan Spanyol. ”Kami akan pergi ke Wembley untuk menikmati sepak bola,” klaim Dalic.

5 Pertemuan Terakhir
13/10/18: Kroasia 0-0 Inggris
12/07/18: Kroasia 2-1 Inggris
10/09/09: Inggris 5-1 Kroasia
11/09/08: Kroasia 1-4 Inggris
22/11/07: Inggris 2-3 Kroasia

5 Pertandingan Terakhir Inggris
16/11/18: Inggris 3-0 Amerika Serikat
16/10/18: Spanyol 2-3 Inggris
13/10/18: Kroasia 0-0 Inggris
12/09/18: Inggris 1-0 Swiss
09/09/18: Inggris 1-2 Spanyol

5 Pertandingan Terakhir Kroasia
16/11/18: Kroasia 3-2 Spanyol
16/10/18: Kroasia 2-1 Jordan
13/10/18: Kroasia 0-0 Inggris
12/09/18: Spanyol 6-0 Kroasia
07/09/18: Portugal 1-1 Kroasia

Perkiraan Susunan Pemain

Inggris (4-3-3): Pickford; Walker, Keane, Stones, Chilwell; Henderson, Dier, Alli; Lingard, Kane, Sterling
Pelatih: Gareth Southgate

Kroasia (4-3-3): Kalinic; Vrsaljko, Lovren, Vida, Jedvaj; Modric, Brozovic, Kovacic; Kramaric, Rebic, Perisic
Pelatih: Zlatko Dalic

Prediksi JawaPos.com
Inggris menang: 45%
Kroasia menang: 35%
Imbang: 20%

(jpg/adw/JPC)

Prediksi Jerman vs Rusia: Harapkan Akhir Tahun yang Manis

JawaPos.com – Timnas Jerman ingin segera menuntaskan tahun 2018. Bagaimana tidak. Untuk kali pertama dalam sejarah, Die Mannschaft kalah 6 kali dari 11 pertandingan tahun ini. Dua diantaranya diderita di fase grup Piala Dunia 2018 yang membuat mereka berpredikat juru kunci dan gagal lolos ke fase knock-out.

Kini, ada dua pertandingan tersisa di tahun 2018 bagi Manuel Neuer dkk yang harus mereka menangkan demi meminimalkan aib yang terjadi selama 2018. Yakni uji coba melawan Rusia, Jumat (16/11) dini hari nanti dan menghadapi Belanda di UEFA Nations League (20/11).

“Kami pede bisa tampil solid di dua pertandingan itu. Ya, kami ingin menyelesaikan tahun yang buruk ini dengan performa penutup positif,” papar Neuer seperti dilansir DW.

Pernyataan kiper 32 tahun tersebut dituntut pembuktian. Sebab, dari 11 laga tahun ini, gawang kampiun Piala Dunia 4 kali itu hanya sekali clean sheet. Itu pun ketika mereka ditahan imbang tanpa gol oleh Prancis pada lanjutan Nations League (7/9).

Memang, bobroknya performa lini belakang Jerman bukan semata kesalahan Neuer. Namun, kiper Bayern Muenchen itu adalah kapten tim. Selain kepada pelatih Joachim Loew, beban penampilan Jerman ada di pundaknya.

Bahkan, bukan tidak mungkin andai kembali buruk di dua pertandingan ke depan, ban kapten Neuer bisa dicopot memasuki tahun baru. Apalagi, bila menilik tren sejak 1990, Jerman tidak berprestasi bila kapten dijabat kiper.

“Anda akan melihat pemain muda bakal unjuk gigi (di dua laga, Red). Melawan Rusia, kami siap membuktikan semuanya,” timpal winger Leroy Sane yang sempat terbuang di skuad Piala Dunia 2018.

Personil Manchester City tersebut juga menyinggung pensiunnya playmaker Mesut Oezil sebagai salah satu hal yang membuat atmosfer di Jerman berbeda. Gelandang Arsenal itu memutuskan pensiun dari Jerman setelah Piala Dunia karena menjadi kambing hitam oleh DFB seiring kegagalan di Rusia.

Selain Sane, ada lagi penggawa muda yang siap meledak di dua laga sisa. Salah satunya adalah striker Timo Werner. Bahkan, dia optimistis bisa menyapu bersih dua pertandingan tersebut.

Dan, motivasi bomber RB Leipzig itu berlipat ganda untuk dini hari nanti karena laga digeber di Red Bull Arena, markas Leipzig. Di stadion yang sama pula striker 22 tahun tersebut mendapat panggilan kali pertama bersama Jerman tahun lalu.

“Memang, melawan Belanda lebih penting. Tapi, menghadapi Rusia bisa menjadi momentum kami menyongsong Belanda dan mendapat hasil positif,” ungkapnya.

Perkiraan Susunan Pemain
Jerman (4-2-3-1): 1-Neuer (g); 2-Kehrer, 16-Ruediger, 15-Suele, 14-Schulz; 18-Kimmich, 8-Kroos; 10-Brandt, 13-Mueller, 19-Sane; 9-Werner
Pelatih: Joachim Loew

Rusia (4-3-2-1): 12-Lunyov (g); 23-Raausch, 3-Neustaedter, 14-Dzhikiya, 13-Kudryashov; 11-Zobnin, 8-Gazinsky (c), 21-Yerokhin; 15-Miranchuk, 7-Kuzyayev; 18-Poloz
Pelatih: Stanislav Cherchesov

Wasit: Sandro Scharer (Swiss)
Stadion: Red Bull Arena, Leipzig

Prediksi JawaPos.com
Jerman Menang: 37%
Rusia Menang: 34%
Seri: 29%

(io)

Prediksi Boca Juniors vs River Plate: Sejarah Baru Superclasico

JawaPos.com – Salah satu derby paling sengit di dunia bakal tersaji di panggung tertinggi sepak bola Amerika Selatan. Untuk kali pertama, laga Superclasico antara Boca Juniors versus River Plate berlangsung di ajang internasional. Keduanya akan memperbutkan supremasi tertinggi klub Amerika Selatan di final Copa Libertadores 2018.

Superclasico edisi ke-247 kali ini memang sangatlah spesial. Minggu (11/11) dini hari nanti, Boca akan menjadi tuan rumah di La Bombonera. Dua pekan kemudian, Minggu (25/11), giliran River Plate akan menjamu Boca di El Monumental. Format final dua leg di Copa Libertadores ini akan berakhir tahun ini.

copa libertadoresBoca Juniors dan River Plate bersaing untuk menjadi yang terbaik di Amerika Selatan. (beIN SPORTS)

Pelatih Boca, Guillermo Barros Schelotto mengatakan final ini menyedot atensi seluruh dunia. “Tapi harus diakui, berkat Superclasico ini semua orang di dunia membicarakannya. Superclasico membawa sepak bola Argentina ke tingkat tertinggi,” kata Schelotto kepada AP kemarin.

Aspek teknik menurut pelatih 45 tahun tersebut sama-sama tinggi. Tapi, justru kontrol emosi di kalangan pemain yang harus diwaspadai. Empat pemain Boca (Pablo Perez, Cristian Pavon, Nahitan Nandez, dan Lucas Olaza) sudah mengantongi dua kartu kuning. Dan jika pada leg pertama ini mereka dapat kartu kuning maka di El Monumental dipastikan absen.

Sama halnya dengan Boca. Enam pemain River Plate juga mengkoleksi dua kartu kuning menuju final turnamen sepak bola terakbar Amerika Latin itu. Mereka adalah Jonatan Maidana, Javier Pinola, Enzo Perez, Gonzalo Martinez, Lucas Pratto, dan Rafael Santos Borre.

Nah, pada pertemuan terakhir keduanya di kancah Superliga Argentina 2018, River bisa bangga. Los Millonarios menang 2-0 atas Boca di La Bombonera pada 23 September lalu.

“Superclasico kali ini bukan sekadar pertandingan seperti di liga, yang umumnya kami hadapi. Ini adalah final dan dalam kepala saya hanya ada pikiran bagaimana memenangi dua leg ini,” ujar Schelotto.

Di sisi lain, pelatih River Plate Marcelo Gallardo memberikan atensi besar kepada penyerang Boca Carlos Tevez. Pengalaman Tevez sebagai pemain senior, meski bukan lagi sebagai barisan pemain utama, tetaplah besar. Setidaknya bisa mendongkrak motivasi untuk tidak kalah di laga pertama ini.

5 Pertemuan Terakhir
24/09/18: Boca Juniors 0-2 River Plate
15/03/18: Boca Juniors 0-2 River Plate
22/01/18: Boca Juniors 0-1 River Plate
06/11/17: River Plate 1-2 Boca Juniors
15/05/17: Boca Juniors 1-3 River Plate

5 Pertandingan Terakhir Boca Juniors
04/11/18: Boca Juniors 4-1 Tigre
01/11/18: Palmeiras 2-2 Boca Juniors
28/10/18: Gimnasia La Plata 2-1 Boca Juniors
25/10/18: Boca Juniors 2-0 Palmeiras
21/10/18: Boca Juniors 0-0 Rosario Central

5 Pertandingan Terakhir River Plate
04/11/18: Estudiantes 1-0 River Plate
31/10/18: Grêmio 1-2 River Plate
28/10/18: River Plate 1-0 Aldosivi
24/10/18: River Plate 0-1 Grêmio
20/10/18: Colón 1-0 River Plate

Perkiraan Susunan Pemain
Boca Juniors (4-3-3): Rossi; Jara, Izquierdoz, Magallan, Olaza; Nandez, Gago, Cardona; Villa, Abila, Pavon
Pelatih: Guillermo Barros Schelotto

River Plate (4-4-2): Armani; Montiel, Maidana, Pinola, Casco; Perez, Zuculini, Palacios, Martinez; Borre, Pratto
Pelatih: Marcelo Gallardo

Prediksi JawaPos.com
Boca menang: 30%
River menang: 20%
Imbang: 50%

(jpg/adw/JPC)

FIFA Berang Terkait Isu Digelarnya Liga Super Eropa

JawaPos.com – Langkah tegas dilakukan FIFA terkait isu akan diadakannya Liga Super Eropa. Sebab liga tersebut jelas melanggar peraturan karena tidak masuk ke dalam agenda resmi FIFA. Adanya isu digelarnya Liga Super Eropa membuat FIFA berang.

Alhasil beberapa pemain dari klub papan atas Eropa yang diduga terlibat hal tersebut terancam diberikan saksi berat. Ancaman ini dilakukan sebagai langkah FIFA agar liga tersebut tidak bergulir.

Salah satu langkah yang akan dilakukannya adalah melarang pemain tersebut tampil di Piala Dunia, Piala Eropa, dan UEFA Nations League. “Ini termasuk semua. Jadi tergantung apakah kamu (pemain) masuk atau tidak,” tambah Presiden FIFA, Gianni Infantino sebagaimana dikutip dari The Guardian.

Keputusan tersebut menyusul setelah adanya kabar dari majalah Jerman, Der Spiegel mengenai akan diadakannya Liga Super Eropa. Nantinya liga itu akan diikuti oleh sebelas klub dari Italia, Jerman, Spanyol, Inggris, dan Prancis.

Nama besar seperti Barcelona, Manchester City, Bayern Muenchen, Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester United, Real Madrid, Paris Saint- Germain, Juventus, dan AC Milan diduga menjadi klub yang ikut berpartisipasi. Mereka semua berencana menggantikan Liga Champions.

Berdasarkan isu yang berembus, mereka akan menunjuk satu perusahaan di Spanyol untuk mengorganisir dan mengadakan liga tersebut. Nantinya liga tersebut akan memiliki sistem yang sama yakni ada fase grup dan babak penyisihan.

Tentunya FIFA sangat dirugikan dengan adanya kompetisi tersebut. Alhasil mereka mengambil langkah tegas dengan melarang langsung para pemain dari klub-klub yang bersangkutan untuk ikut laga-laga resmi dari FIFA.

“Jadi gagasannya adalah jika kamu keluar, maka kamu benar-benar keluar. Kamu tidak bisa menempatkan satu kaki di dalam dan di luar,” imbuh Direktur Legal FIFA, Alasdair Bell.

(mat/JPC)

Prediksi Inter Milan vs Barcelona: Messi dan Sejarah Buruk El Barca

JawaPos.com – Inter Milan punya dendam ke Barcelona. Pada bentrokan yang digelar 25 Oktober 2018 lalu, Inter dikalahkan dua gol tanpa balas.

Saat itu laga dimainkan di Estadio Camp Nou yang merupakan markas Barcelona. Kini pertarungan kedua tim akan tersaji di Stadion Giuseppe Meazza dan Inter selaku tuan rumah tentu ingin menggulingkan musuhnya demi mempertahankan peluang lolos dari fase grup Liga Champions.

“Saat ini mereka yang terbaik. Menurut saya, melawan Barcelona merupakan level tersulit dalam permainan sepak bola. Namun ini kesempatan bagi Inter untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa kami dapat bersaing dengan siapapun,” ujar pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti.

“Barcelona sangat kuat dalam mempertahankan bola. Kami tak boleh membiarkan itu terjadi. Kami harus memberikan tekanan dan fokus 100 persen sepanjang pertandingan. Kami harus bisa melakukan itu,” tegasnya.

Meski demikian, I Nerazzurri mesti ekstra waspada. Sebab Barcelona yang saat ini datang lebih kuat dari pertemuan sebelumnya. Ketika itu Los Blaugrana tidak menurunkan sang mega bintang, Lionel Messi. Kini peraih lima trofi Ballon d’Or tersebut dipastikan siap tampil usai pulih dari cedera di lengannya.

Akan tetapi kewaspadaan tinggi juga mesti dimiliki oleh skuad didikan Ernesto Valverde. Sebab Barcelona punya sejarah buruk ketika berkunjung ke Stadion Giuseppe Meazza. Sudah tiga kali El Barca gagal menaklukkan Inter di depan pendukungnya.

Jika kalah, poin Barcelona akan disamakan oleh Mauro Icardi Cs. Namun jika imbang, satu kaki Barcelona sudah berhak untuk maju ke babak 16 besar. Terlebih kalau menang, mereka dipastikan lolos dari fase grup karena saat ini Barcelona telah mengantongi sembilan poin hasil tiga kemenangan.

Berikut perkiraan susunan pemain kedua tim
Inter Milan (4-4-2): Samir Handanovic; Danilo D’Ambrosio, Joao Miranda, Milan Skriniar, Kwadwo Asamoah; Matias Vecino, Radja Nainggolan, Ivan Perisic, Keita Balde; Mauro Icardi, Lautaro Martinez.

Barcelona (4-3-3): Marc-Andre ter Stegen; Sergi Roberto, Gerard Pique, Clement Lenglet, Jordi Alba; Sergio Busquets, Arthur Melo, Ivan Rakitic; Philippe Coutinho, Lionel Messi, Luis Suarez.

Head to head (6 bentrokan terakhir)
25/10/18: Barcelona 2-0 Inter Milan
29/04/10: Barcelona 1-0 Inter Milan
21/04/10: Inter Milan 3-1 Barcelona
25/11/09: Barcelona 2-0 Inter Milan
17/09/09: Inter Milan 0-0 Barcelona
26/02/03: Inter Milan 0-0 Barcelona

5 Laga terakhir Inter Milan
03/11/18: Inter Milan 5-0 Genoa
30/10/18: Lazio 0-3 Inter Milan
25/10/18: Barcelona 2-0 Inter Milan
22/10/18: Inter Milan 1-0 AC Milan
08/10/18: SPAL 1-2 Inter Milan

5 Laga terakhir Barcelona
04/11/18: Rayo Vallecano 2-3 Barcelona
01/11/18: Cultural Leonesa 0-1 Barcelona
28/10/18: Barcelona 5-1 Real Madrid
25/10/18: Barcelona 2-0 Inter Milan
21/10/18: Barcelona 4-2 Sevilla

Prediksi JawaPos.com: Inter Milan 50%-50% Barcelona

(bep/JPC)